Home > -Pelajaran- > Contoh Resensi Buku

Contoh Resensi Buku


Kisah Revolusi Manusia

Judul buku                                            : Yang Ketemu Jalan

Pengarang                                            : Nasjah Djamin

Penerbit                                                : Balai Pustaka, Jakarta

Tahun                                                   : 1973, Cetakan ke III 1994

Halaman                                               : 111 halaman

Harga buku ( sekitar tahun 1994 )         : 4900 rupiah

 

Novel yang diterbitkan oleh Balai Pustaka dan diciptakan oleh Nasjah Djamin ini memiliki cover depan yang unik, sehingga pembaca tertarik untuk melihat isi dari buku ini. Buku ini memliki halaman yang cenderung tipis, ini juga yang membuat pembaca ingin membacanya secara cepat-cepat karena memang tidak terlalu banyak.

Nasjah Djamin selain penulis novel, ternyata ia juga adalah seorang pelukis, penulis sajak, drama, art director, asisten sutradara, decoration, make up dan penulis cerita anak-anak. Sudah banyak sekali novel yang diciptakannya seperti Malam Kuala Lumpur, Hilangnya Si Anak Hilang dan masih banyak lagi karya tulisnya. Pengalaman yang banyak membuatnya beliau semakin mengerti akan selera masyarakat sehingga saat ia menciptakan novel ini, novel ini hampir sempurna.

Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran yang lebih didominasi oleh alur maju. Akan tetapi alur ini tidak memberikan efek buruk yang merusak kualitas di buku ini, tetapi membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca. Cara pengarang menjelaskan tokoh utamanya juga begitu jelas sehingga watak dari sang tokoh utama dapat dimengerti oleh pembaca. Sementara itu penjalasan pada tokoh pembantu tidak terlalu terlihat sehingga disini tokoh pembantu wataknya masih agak membingungkan.

Gaya Bahasa pada novel ini adalah gaya bahasa Melayu yang sudah tercampur oleh bahasa Indonesia. Apalagi ditambah dengan bahasa yang tidak terlalu baku membuat novel ini sangat mudah untuk dipahami bagi para pembaca.

Kisah dalam novel ini adalah kisah dimana seseorang atau sekelompok remaja yang sudah sangat terbiasa dengan keadaan kota seperti kebut-kebutan, pesta disko dan tidak ingin untuk meninggalkan ganja, dan lainnya. Seseorang remaja ini sering sekali terjatuh, menabrak, ataupun membuat orang kehilangan nyawanya. Akan tetapi ketika sang ibunda memintanya pulang ke desa, lama kelamaan sikap yang kebut-kebutan itu hilang. Dan ketika di jalan pulang ia menabrak sepeda motor yang sedang ditumpangi oleh pria setengah baya dan seorang gadis. Sesampainya di desa, ternyata pria dan gadis itu adalah paman dan keponakan dari paman itu.

Ketika ia di desa ia mengalami begitu banyak perubahan dan ia ingin merubah desanya menjadi lebih bagus dengan cara-caranya sendiri. Dan ia pun jatuh cinta terhadap gadis yang telah membantunya untuk merubah desa itu dan yang ia tabrak ketika perjalanan pulang. Masalah pun datang silih berganti.

Novel ini memberikan kita amanat yang begitu banyak yaitu mengendarai motor tidaklah perlu kebut-kebutan, perubahan dalam kehidupan itu perlu tetapi dalam hal positif apalagi masalah dengan karakter negatif yang perlu diubah, dan yang terpenting, ketika sudah mapan dan nyaman dengan kehidupan sekarang tetapi kita perlu mengingat ketika kita mengalami kesalahan itu dan belajar dari kesalahan itu untuk lebih menata kehidupan yang lebih baik.

Hal yang menarik dari cerita ini menurut saya adalah cerita ini cocok pada zaman remaja sekarang yang cenderung menikmati kota dan hasil jerih payah orang tua dan melupakan kesalahan lalu. Apalagi ditunjang dengan cerita kembali ke desa sehingga memperkuat amanat-amanat dan kemenarikan novel yang diciptakan pada tahun 1994 ini.

Dalam novel ini sebenarnya memiliki isi yang bagus, namun cerita pembuka pada novel ini tidak jelas sehingga pembaca menjadi kebingungan dan membutuhkan waktu lama untuk memahami isi dari novel ini. Dan ketika tengah cerita penggambaran latarnya pun kurang begitu membuat pembaca paham.

Namun dengan kelebihan dan kekurangannya, buku ini sangat cocok untuk para remaja yang harus segera berubah sehingga dapat menyelamatkan bangsa kita dari keterpurukan. Jadi segera baca novel ini karena cerita novel ini begitu menarik dan sesuai dengan realita yang ada pada zaman sekarang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kisah Revolusi Manusia

 

 

Judul buku                                            : Yang Ketemu Jalan

Pengarang                                            : Nasjah Djamin

Penerbit                                                : Balai Pustaka, Jakarta

Tahun                                                   : 1973, Cetakan ke III 1994

Halaman                                               : 111 halaman

Harga buku ( sekitar tahun 1994 )         : 4900 rupiah

 

Novel yang diterbitkan oleh Balai Pustaka dan diciptakan oleh Nasjah Djamin ini memiliki cover depan yang unik, sehingga pembaca tertarik untuk melihat isi dari buku ini. Buku ini memliki halaman yang cenderung tipis, ini juga yang membuat pembaca ingin membacanya secara cepat-cepat karena memang tidak terlalu banyak.

Nasjah Djamin selain penulis novel, ternyata ia juga adalah seorang pelukis, penulis sajak, drama, art director, asisten sutradara, decoration, make up dan penulis cerita anak-anak. Sudah banyak sekali novel yang diciptakannya seperti Malam Kuala Lumpur, Hilangnya Si Anak Hilang dan masih banyak lagi karya tulisnya. Pengalaman yang banyak membuatnya beliau semakin mengerti akan selera masyarakat sehingga saat ia menciptakan novel ini, novel ini hampir sempurna.

Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran yang lebih didominasi oleh alur maju. Akan tetapi alur ini tidak memberikan efek buruk yang merusak kualitas di buku ini, tetapi membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca. Cara pengarang menjelaskan tokoh utamanya juga begitu jelas sehingga watak dari sang tokoh utama dapat dimengerti oleh pembaca. Sementara itu penjalasan pada tokoh pembantu tidak terlalu terlihat sehingga disini tokoh pembantu wataknya masih agak membingungkan.

Gaya Bahasa pada novel ini adalah gaya bahasa Melayu yang sudah tercampur oleh bahasa Indonesia. Apalagi ditambah dengan bahasa yang tidak terlalu baku membuat novel ini sangat mudah untuk dipahami bagi para pembaca.

Kisah dalam novel ini adalah kisah dimana seseorang atau sekelompok remaja yang sudah sangat terbiasa dengan keadaan kota seperti kebut-kebutan, pesta disko dan tidak ingin untuk meninggalkan ganja, dan lainnya. Seseorang remaja ini sering sekali terjatuh, menabrak, ataupun membuat orang kehilangan nyawanya. Akan tetapi ketika sang ibunda memintanya pulang ke desa, lama kelamaan sikap yang kebut-kebutan itu hilang. Dan ketika di jalan pulang ia menabrak sepeda motor yang sedang ditumpangi oleh pria setengah baya dan seorang gadis. Sesampainya di desa, ternyata pria dan gadis itu adalah paman dan keponakan dari paman itu.

Ketika ia di desa ia mengalami begitu banyak perubahan dan ia ingin merubah desanya menjadi lebih bagus dengan cara-caranya sendiri. Dan ia pun jatuh cinta terhadap gadis yang telah membantunya untuk merubah desa itu dan yang ia tabrak ketika perjalanan pulang. Masalah pun datang silih berganti.

Novel ini memberikan kita amanat yang begitu banyak yaitu mengendarai motor tidaklah perlu kebut-kebutan, perubahan dalam kehidupan itu perlu tetapi dalam hal positif apalagi masalah dengan karakter negatif yang perlu diubah, dan yang terpenting, ketika sudah mapan dan nyaman dengan kehidupan sekarang tetapi kita perlu mengingat ketika kita mengalami kesalahan itu dan belajar dari kesalahan itu untuk lebih menata kehidupan yang lebih baik.

Hal yang menarik dari cerita ini menurut saya adalah cerita ini cocok pada zaman remaja sekarang yang cenderung menikmati kota dan hasil jerih payah orang tua dan melupakan kesalahan lalu. Apalagi ditunjang dengan cerita kembali ke desa sehingga memperkuat amanat-amanat dan kemenarikan novel yang diciptakan pada tahun 1994 ini.

Dalam novel ini sebenarnya memiliki isi yang bagus, namun cerita pembuka pada novel ini tidak jelas sehingga pembaca menjadi kebingungan dan membutuhkan waktu lama untuk memahami isi dari novel ini. Dan ketika tengah cerita penggambaran latarnya pun kurang begitu membuat pembaca paham.

Namun dengan kelebihan dan kekurangannya, buku ini sangat cocok untuk para remaja yang harus segera berubah sehingga dapat menyelamatkan bangsa kita dari keterpurukan. Jadi segera baca novel ini karena cerita novel ini begitu menarik dan sesuai dengan realita yang ada pada zaman sekarang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories: -Pelajaran-
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: