Home > -Cerpen- > Cerpen :Kawin Kontrak Kerajaan (K3)

Cerpen :Kawin Kontrak Kerajaan (K3)


Seperti biasanya Fagundez menjalani harinya dengan begitu padat. Mulai dari pagi hingga tengah malam kesibukannya sebagai model professional terus ia jalani. Wajar saja jika ia menjadi model. Selain memiliki paras yang cukup tampan, ia juga didukung oleh kekayaan yang begitu melimpah yang notabene ia adalah anak seorang bangsawan. Ronald Imano Fagundez yang biasa dipanggil Fagundez ini sungguh dielu-elukan oleh para wanita, sehingga banyak produser film, baik sinetron maupun layar lebar.

“Fagundez! Siap-siap take yang terakhir ya.” Perintah sang sutradara.

“Tenang saja pak, Gua sudah siap kok. Semua naskah juga sudah saya pelajari” ujarnya dengan sombong.

Ya, Fagundez walaupun masih muda, tetapi karirnya sebagai model dan actor sudah tidak bisa dipandang remeh. Sekarang, Ia sedang bermain di salah satu sinetron kejar tayang yang berjudul Cinta Dua Hati. Sedangkan di Layar lebar Filmnya yang berjudul Sepakbola Adalah Hidupku ia berhasil membawa film tersebut menjadi Film terfavoroit dan ia juga berhasil meraih Aktor Terfavorit untuk 3 kali berturut-turut sepanjang ia bermain di layar lebar.

 

***

 

Hari itu ia pulang hingga jam 5 pagi dengan begitu melelahkan. Maklum saja hari ini dia sudah acting di 3 film. Pagi itu matanya sudah terkantuk-kantuk, tetapi ia tetap menyetir mobil sportnya dengan begitu kencang hingga tak melihat ada orang yang menyebrang di depannya. skiiiittttttttttttt…. Suara rem mobilnya begitu terdengar. Fagundez pun turun dari mobilnya dan memarahi wanita tersebut.

“Heh! A****g lu… Makanya kalo mau nyebrang tuh liat dulu. Mata lu buta ya?!” bentak Fagundez.

“Hah?! Kok jadi gua yang salah?? Kan lu yang nyetir mobil kebut-kebutan.”

“Jiah, dasar. Udah gembel masih gaya. Udah tau salah malah marah-marah ke gua. Gak punya tv ya u? masa gak kenal ma artis?? Hahahahaha….” Fagundez menyobongkan diri.

“Eh cowo sombong, gua emang gak punya tv, tapi gua punya harga diri, gak kaya lu.” balas Renata

Renata pergi meninggalkan Fagundez begitu saja. Maklum Renata itu dari keluarga miskin sehingga Fagundez menghinanya dengan begitu kasar, tentu saja sesabar-sabarnya renata jika harga dirinya diinjak-injak tentu akan marah. Meski Renata mempunyai paras yang cantik tetapi jika tidak menata dirinya tentu saja ia terlihat jelek. Itu pula yang membuat Fagundez melecehkannya.

Fagundez pun masuk mobilnya dan tancap gas menuju rumah gedongannya.

 

***

 

Setelah ia bangun, ia seperti biasa pergi meninggalkan rumah dan menuju tempat syuting. Sesampainya ia di tengah jalan, handphonenya berbunyi. Dan ada telepon masuk.

“Halo den… Gawat! Bapak jantungnya kumat. Bapak sudah dilarikan ke rumah sakit.”

“owh. Yaudah.” Fagudez begitu tenang menjawabnya.

Maklum saja, ayah fagundez akhir-akhir ini perusahaannya sedang membutuhkannya sehingga sering bekerja hingga larut malam. Itulah yang membuat ayah Fagundez mengalami sakit jantung karena memang umur yang sudah menginjak angka 58. Fagundez pun memacu mobilnya dan menuju ke rumah sakit.

 

***

 

Setibanya di rumah sakit, ia langsung menuju kamar dimana ayahnya dirawat.

“Fagundes, darimana saja kamu?” khawatir sang ayah.

“Mau syuting lah.”

“Ayah mau minta sesuatu dari kamu, begini Ayah sekarang sudah tua dan memerlukan penerus mesin kekayaan ayah. Dan penggantinya adalah kamu. Dan ayah baru bisa memberikan itu ketika kamu sudah memiliki istri. Segeralah cari pasangan hidupmu” mohon sang ayah.

“Hah?? Karir aku gimana?? Pasangan? Kalo masalah pasangan hidup itu gampang.” Fagundez begitu kaget mendengar permintaan ayahnya.

“Karir bisa kamu lanjutkan, karena di kantor sudah ada calonnya.”

“Owh, yasudah kalo begitu. Ayah cepat sembuh ya. Saya mau kerja dulu.”

“Yasudah sana. Hati-hati. Jangan mendahului ayah pergi. Nanti mau dikemanakan harta ayah?” ayahnya bercanda.

“Ya buang kelaut aja. Kan saya artis. Hahahaha.”

Fagundez pergi dan menuju tempat syuting. Sesampainya di dekat tempat syuting, ia begitu lapar dan memutuskan untuk membeli makan di sebuah café yang bonafit. Dan ia memutuskan untuk memesan makanan. Ia begitu kaget ketika pelayan yang datang adalah Renata, seorang perempuan yang ia marahi kemarin malam. Ia pun berfikir untuk pergi, akan tetapi timbul pikiran liciknya. Dia akan menggunakan perempuan itu untuk sementara mengelabui sang ayah.

“Hah?!  Lu lagi?? Ya ampun… dunia ini sempit sekali ya ..”

“Haduhh, kenapa di restoran tempat gua kerja ada aja makhluk penggangu.”
“Apa lu kata?? Oia.. maafin gua kemaren ya… gua kemaren marah-marah sama lu.” Fagundez memohon maaf.

“Maaf?? Gakada maaf buat lu.”

“Owh,, lu mau marah-marah, gua bisa bilang ke manajer sini buat pecat lu. Karena setengah saham restoran modalnya dari ayah gua. Hahaha.” Kesombongannya mulai lagi.

“Jangan-jangan. Nanti gua bisa dipecat. Maaf deh.” Renata begitu ketakutan.

“sini duduk, gua mau bisnis sama lu. Gimana??” tawar Fagundez.

“Bisnis?? Bisnis apa?? Jangan yang engga-engga.” Renata mulai kebingungan.

“Gini, ayah gua mau menyerahkan hartanya kalo gua udah punya pasangan. Nah, gua mau lu jadi cewe gua dan melakukan kawin kontrak. Gimana?? Imbalannya 5% dari harta gua buat lu. Dan gua gak akan bilang ke bos lu kalo lu tadi marah-marah sama customer.”

“Waduh.. Gimana ia?? Gua sih mau aja, tapi masa harus kawin kontrak?” renata menawar permintaan Fagundez.

“Kalo gak mau yaudah gua bilangin ke bos lu biar lu dipecat. Mau??”

“Ok dhe.. Tapi..”

“Gak ada tapi-tapian. Ini tandatangan surat kawin kontrak kita. Pulang dari kerja gua bawa lu ke ayah gua.”

“Yaudah.”

 

***

 

Siang itu, saat jam istirahat Fagundez menjemput Renata dan mendandaninya. Dan langsung membawanya ke tempat ayah Fagundez dirawat. Dan menuju kamarnya.

“ayah,,, Ini saya bawa calon pendamping hidup saya. Gimana? Cantik kan?? Dia juga model loh.” Sambil merangkul renata.
“Ia. Cantik. Dan kelihatannya wanita baik-baik Yasudah atur tanggal pernikahan kalian segera. Dan sekarang bawa renata untuk jalan-jalan.”

“Ok yah.”

Fagundez pergi. Akan tetapi ayahnya tidak percaya kalo renata ini adalah pasangan Fagundez, sehingga menyuruh pengawalnya untuk mengikuti fagundez agar dia tahu apa yang terjadi. Ayahnya tidak percaya karena Fagundez pernah berkata bahwa pasangan itu gampang dicari, sehingga berpikir bahwa apa renata hanya pasangan pura-pura saja.

 

***

 

Fagundez menurunkan renata di restoran tempat renata kerja dengan memakai seragam pelayan dan memberinya uang. Ia tak menyadari bahwa ia sedang dibuntuti oleh pengawal ayahnya. Fagundez pun pergi dan langsung menuju ke club malam untuk dugem. Setelah para pengawal tidak melihat mobil Fagundez lagi mereka langsung menculik Renata dan membawa Renata ke rumah sakit untuk diintrogasi oleh sang ayah.

Sesampainya di rumah sakit, ia langsung dibawa ke kamar sang baginda.

“Selamat Malam Renata.”

“Selamat malam juga pak. Gimana kondisinya??” renata coba untuk perhatian.

“Sudah tidak usah basa-basi. Sekarang ceritakan saja apa yang terjadi.”ayah Fagundez nampak sedikit kesal.

“Cerita?? Apa yang bapak maksud?? Saya tidak mengerti.” Renata kembali mencoba untuk menutupi.

“Oh, kamu tidak mau jujur? Apa kamu mau kehilangan pekerjaan kamu sebagai pelayan di tempat saya menaruh saham?” Tanya sang ayah kembali.

“Maaf pak, sebenarnya saat itu saya bertemu dengan Fagundez ketika di jalan, dan besoknya saya bertemu kembali denganny di restoran tempat saya kerja. Dan saya diancam bahwa jika saya tidak pura-pura menjadi pasangannya dan tidak mau jadi pendamping hidupnya dalam kawin kontrak, Fagundez akan melaporkan ke bos saya karena saya telah memarahi dia saat jam kerja.” Jelas renata.

“Apa?? Kawin kontrak?!?

Ayah Fagundez pun kaget dan penyaki jantungnya kumat lagi, sang pengawal langsung memanggil dokter. Tapi sungguh disayang, sebelum dokter datang, Ayah Fagundez menghembuskan nafas terakhirnya. Dan ayah Fagundez besok akan disemayamkan dan acara seserahan harta pun akan dilakukan besok, agar sang almarhum tenang di akhirat. Sang pengawal mencoba menghubungi Fagundez, akan tetapi tak ada jawaban.

 

***

 

Besok paginya di rumah sudah ada acara pendoaan bagi almarhum. Ketika Fagundez ingin berangkat, ia sangat terkaget Karena sang ayah sudah tiada. Disisi lain dia juga senang karena akan mendapatkan harta yang begitu melimpah. Setelah ia tahu penyebab ayahnya meninggal maka ia langsung pergi mencari Renata.

Setelah bertemu dengan Renata, fagundez begitu marah.

“Heh, lu bilang apa ke ayah gua?! T***l banget sih lu.”

“Gua dipaksa sama ayah lu dez,, gua terpaksa cerita.” Renata dengan muka memelas.

“Yaudah lah semua udah terjadi, sekarang kita tinggal ngejalanin kawin kontrak kita” fagundez pasrah.

Fagundez dan renata pergi ke rumah Fagundez untuk acara pendoaan dan pemakaman. Setelah acara pemakaman, acara seserahan harta langsung dilaksanakan sesuai perintah sang empunya. Dan Fagundez pun menjalani kawin kontrak dengan Renata. Hari-hari dijalani mereka dengan begitu bahagia.

Hinnga akhirnya kawin kontrak selesai dilaksanakan dan Renata pergi dari kehidupan Fagundez. Tapi entah kenapa Fagundez begitu sedih dan merasa kehilangan sosok renata. Ia pun mencari Renata dan memutuskan untuk kembali menjalani hubungan dengan renata. Dan ternyata apa yang Fagundez rasakan sama dengan yang Renata rasakan. Akhirnya mereka menjalin hubungan serius dan saling cinta dan hidup dalam satu rumah dengan status pernikahan. Dan kehidupan bahagia mereka dapatkan.

 

 

 

Pesan : Dalam kehidupan ini seringkali kita membutuhkan apa yang kita inginkan. Tetapi semua itu bisa menghasilkan yang baik atau yang buruk. Maka dari itu jangan terlalu sering melakukan keinginan yang kita mau. Janganlah juga sekali-kali kita membohongi orang tua kita. Dan dalam menjalin hubungan perlu adanya cintakasih antara satu dan pasangannya.

 

Categories: -Cerpen-
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: