Home > -Cerpen- > Cerpen : Cinta Pertama Dan Terakhir

Cerpen : Cinta Pertama Dan Terakhir


Hari itu di lapangan Bina, Cilegon udara sangat terik sekali, nampaknya melebihi 32oC.  Alex merasa sangat kepanasan. Ajang ini hanya digunakannya untuk pemanasan sebelum lomba POPKOTA cabang renang yang memang sudah digelutinya  selama 7 tahun, dan ini tahun ke-8nya sebagai perenang. Alex adalah seorang perenang yang cukup punya pengalaman dan prestasi di cabang renang karena ia sudah malang melintang di berbagai perlombaan renang. Tak hanya itu, Alex yang bernama lengkap Alexander Lucio Winothai yang punya darah Thailand ini juga sempat jadi nominasi pemain yang akan berangkat ke sea games dengan usia termuda!

Alexander untuk tahun ini akan mewakili sekolah SMP Saint Theresia dan satu-satunya yang turun pada nomor 1500 meter. Dan wakil lain adalah Andre Wartakusuma dan Denny Yongkirantum yang turun pada nomor lempar cakram.

Setelah melakukan pemanasan dan mencoba lapangan, Alex berteduh di bawah pohon rindang dan ditemani oleh sebuah gelas berisi “es cendol”. Tiba-tiba Andre datang dan mengagetkannya hingga es cendol itu tumpah.

“Ahh… ganggu aja lu, lagi enak-enak ada aja setannya. Liat tuh gara-gara lu es gua yang nikmat ini jatuh.”

“Sialan gua dibilang setan, nonton Denny yuk, bentar lagi mau tanding tuh, gua juga mau kenalin lu sama seseorang. Es mah gak penting, tinggal beli aja tuh. Hahahaha…” tawa Andre dengan gampangnya.

“Aduh, panas banget, males ahh.”

“Udah ikut aja, cepetan” Andre langsung menarik Alex untuk menonton Denny yang sedang melakukan lemparannya.

Setelah sampai di tempat perlombaan, disitu ada seorang perempuan berkulit hitam manis yang sedang melihat pertandingan. Dan Andre menarik Alex menuju ke tempat perempuan itu berdiri.

“Ca, gimana Denny?” Andre langsung menanyakan Denny tanpa menghiraukan Alex yang tangannya kesakitan karena ditarik Andre.

“Liat aja sendiri. Hahahaha…” Icha langsung sok jutek tapi penuh tawa.

“Oia Ca, kenalin, ini Alex, temen gua”

“Icha” Icha langsung memberikan tanganya.

“Alex.”

Keduanya pun berajabat dan saling pandang hingga Andre menggretak suasana romantis itu. (Padahal lagi panas-pansanya masih ada aja yang romantis seperti itu).

“Woi, jangan lama-lama kenalannya, nanti ada yang cemburu gimana? lex, ini Ich bentar lagi dia jadi pacar barunya Denny. Satu lagi dia tuh kelas 2 SMA. Jadi umurnya sama kayak Denny, pokoknya cocok banget deh”

“Ahh, lu ndre, ember banget sih mulutnya. Tapi bener juga sih. Hahahaha..” sambar Icha.

Sementara Andre dan Icha menonton Denny yang sedang bertarung di tengah teriknya matahari, Alex pun mencari tempat sejuk untuk menonton pertandingan tolak peluru. Tiba-tiba seseorang mendatanginya.

“Halo, ketemu lagi ni! Ganggu gak? Gua duduk di sini ya.”

“Halo juga! Gak kok. Ia. Lu ikut lomba juga ?”

“Ia. Gua tadinya ikut atletik 200 m, tapi gak jadi ikut gara-gara lutut gua cedera pas lomba basket kemarin. Kalo lu ikut apa??”

“Owh.. Gua ikut lari 1500 m. Lu juga pemain basket? Multi talent juga ya.” Puji Icha.

“Hahahaha.. Gak juga kok, ada juga lu kali. Renang, atletik, loncat jauh. Banyak banget.” Icha tertawa lebar.

Laurensia Gunawan yang biasa dipanggil Icha ini memang pemain basket yang namanya baru melambung tinggi. Ia punya kecepatan, visi, dan gesit. Itu juga yang menyebabkan ia menjadi kapten basket baik di sekolah maupun kota Cilegon. Dia juga punya paras cantik dan menarik ini juga punya kesibukan yaitu sebagai model.

Obrolan yang panjang pun dilakukan. Mulai dari berkenalan, bercanda, hingga saling tukar nomor handphone. Hati Alex terasa bergetar ketika melakukan obrolan dengan Icha. Icha juga pun merasakan perasaan yang sama. Alex bertanya-tanya di dalam hatinya. Apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama?

Sesampainya di rumah, ia langsung membersihkan tubuhnya dan langsung melihat handphonenya(kepanjangan ya kalo handphone, disingkat jadi hp aja deh) dan terdapat 1 pesan masuk. Ada pesan dari nomor 081948977xxx.

 

“Nomor siapa ya? Gua gak kenal ne nomor”

Hi! Inget gw gak??? Jangan sampe lupa lho…

Klo u lupa gw marah ne… ^.^

 

XBB, baru bangun tidur.. wkwkwk…

Inget kayaknya, Icha kan??

 

H0h0h0… Inget juga.

Lex,  ketemuan yuk. Mau gak??

Sekalian nemenin gw jalan-jalan

 

Waduh ca,, sorry bukannya gw gx mw..

Tapi,,

Gw mau latihan renang,,

Laen kali aja y….

 

Icha pun berpikir bahwa bisa saja dia  menemani Alex latihan dan sepulang dari situ, ia jalan-jalan bersama  Alex. Maklum, Minggu ini Icha terakhir kali punya waktu untuk jalan-jalan. Selanjutnya pasti ia tak bisa karena latihan basket tim kota Cirebon akan berjalan, dan tentunya memerlukan tenaga banyak dan cape sekali sepulangnya dan tentunya waktu jalan-jalannya tersita.

 

Gini aj, gw temenin lu latihan renang,,,

en u pulang lat, temenin gw jalan,,

gmna??? Mw gx??

 

Ehm,, Yaudah dhe… Ti gw jemput u di

Rumah u ya.. jam5 … Ok??

Hehehehe… ^.^

 

Ok… lex… see u ya…

Ne alamat rumah gw..

Jl. Satra 5 no 11b…

Gbu.. ^.^

 

Seiring waktu yang berjalan cepat, Alex pun tiba di rumah Icha dengan motor CBRnya. Tak disangka Icha pun sudah menunggu di depan rumahnya sambil bermain dengan anjng lucunya yang masih kecil.

 

“Hi lex! Mau masuk dulu apa langsung berangkat?” Icha menyapa dengan senyumnya yang manis.

“Hi juga! Terserah lu aj.” Michael hanya pasrah.

“Yaudah yuk berangkat.”

“Ma, Icha pergi sama Alex dulu ya, ti pulang jam 9an dhe.” Teriak Icha.

“Ia.” Mama Icha teriak dari dalam rumah.

 

***

Malam pun tiba, Alex menemani Icha jalan-jalan di tengah dinginnya udara. Suasana begitu romantis dengan sampainya mereka di suatu resto café yang suasananya juga begitu romantis. Mereka makan berdua dan saling menyuapkan makanan. Ini begitu aneh. Padahal harusnya yang tepat berada di posisi Alex adalah Denny. Tetapi kini Michael Alex melakukan dinner berdua. Di hatinya timbul rasa bersalah.

“Ca, Lu kan lagi deket ama Denny, malah mau jadian, kenapa lu gx minta ditemenin ama Donny?”

“Ehm, gua lagi males aja ma dia. Lu gak ikhlas nemenin gua?”

“Bukan gitu ca, gua gak mau jadi perusak hubungan orang. Jujur gua suka sama lu, tapi sebagai teman.”

“Ia, Owh.. Hahaha… Bercanda aja. Lagian juga gua udah males sama Donny, marah-marah mulu.”

“Owh.. Yaudah makan yuk. Udah mau jam 8 lho.”

Mereka melanjutkan makan, dan disela-sela makan itu dia semakin merasa bersalah. Tapi tiba-tiba hatinya berkata, bahwa jangan pikirin orang laen, toh itu juga salah Denny yang ngebuat icha ilfeel. Lagian ini juga kesempatan gua buat dapet seseorang yang gua suka. Akhirnya Alex memutuskan untuk mendekatkan hatinya kepada Icha yang juga mungkin suka dengannya.

“Woi… melongo aja. Dimakan tuh makanannya, mau gua suapin tha?”Icha langsung menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut Alex.
“Aduh, baik banget lu ca, makasih deh… padahal gw bisa makan sendiri, kyak orang sakit aj.” canda Alex.

Merekapun pulang, dan Alex mengantarkan Icha ke rumahnya.

Lex, makasih ya..

Gua tidur dulu, lu jangan malem-

malem tidurnya.

Nitez, Sweat dreams,

JBU

Love, Icha..

Alex pun sempat kaget ketika melihat tulisan love. Hatinya semakin berdebar kencang. Dan Alex bertanya apakah dia juga suka ma gua?? Apa gua juga suka sama dia?? Pertanyaan ini selalu menghantuinya.

 

***

 

Mulai hari itu Alex melakukan pendekatan khusus dengan Icha. Setelah mengetahui karakter baik dan buruk Icha, ia pun memutuskan untuk menyatakan cinta kepada Icha. Alex pun mengajak Icha dinner di suatu resto ternama di Cilegon.

Ca, Dinner yu… Mau gak??

Kali ini aku yang traktir.. Gimana??

 

Ehm.. Boleh… Kapan?? Dimana?

Tapi dijemput ama kamu yah..

 

Ti malam jam 7. Kalo tempat mah rahasia..

Gampang itu mah..

Dandan yang cantik yah..

See you ca…

 

Siap…

See you….

Alex menjemput Icha di rumahnya. Dan ternyata yang membukakan pintu mama Icha.

“Sore tan, Ichanya ada??”

“Sore, aduh,.. rapi sekali nih,, mau kemana?? Hayo.. Ad kok lagi di kamar daritadi dandan mulu thu” canda mama Icha.

“Ahh, jadi malu saya tan, mau jalan-jalan tan.. Boleh kan tan?? Hahaha…” tawa Alex dengan girang.

“Icha!! Ada Alex nih. Mau disuruh pulang apa disuruh tunggu??” teriak mama Icha.

Alex dan mama Icha memang sudah dekat. Dikarenakan Alex sering bermain di rumah Icha. Sehingga Alex dan mama Icha selalu bercanda jika bertemu. Icha pun datang dengan penampilan special nan anggun untuk dinner kali ini, tidak seperti dinner sebelumnya yang hanya memakai tengtop, yang ditambah sweater terusan dan celana jeans. Icha memang sedikit tomboy tapi untuk hari special dia pasti akan memakai dress terusan dipadu dengan gaya modisnya yang ia miliki.

“Halo??? Kok pada melongo?? Ne Icha loh.. Gimana??” tanya Icha.

“Ehm,, Wow!! you are so beautiful, my princess..” rayuan Alex.

“Ia ca, mama juga bilang kamu beda hari ini.” tambah mama Icha.

“Ahh jadi malu ni icha. Udah ahh. Berangkat yuk lex.” Ajak Icha sambil memegang tangan kanan Alex.

“Tan, saya sama Icha berangkat dulu ya. Saya selalu ingat perintah tante kok. Misi tante..” Alex meminta izin kepada mama Icha dengan begitu lembut dan sedikit bercanda.

Alex membukakan pintu mobil sport hitamnya untuk Icha. Dan langsung tancap gas ke sebuah resto yang sudah dipesan secara khusus oleh Alex. Sesampainya disana mereka langsung duduk di dekat sang pemain piano. Suasana begitu hening dan romantis. Icha pun sangat tersanjung dengan kondisi ini.

“Cha, ini aku pesen khusus bwat kita berdua. Dan aku juga mau ngomong sesuatu yang penting Cha.” Alex menatap Icha dengan begitu serius.

“Apa ia?? Tinggal ngomong aja tuh.” Icha memberikan wajah yang penasaran.

Alex langsung memegang tangan Icha. Dan Icha pun tak menolak.

“Ca, jujur ia., aku sayang ama kamu. And today, I meet prinncess. She is you. Do you want to become my princess??” rayu Alex dengan kefasihan bahasa inggrisnya.

“Hah?! Tapi, maaf lex. Aku gak bisa.” Icha menunduk

“Ehm., Gak bisa… Gak bisa nolak kamu jadi my prince.”

“Serius Cha?? makasih ya..”

Alex berjanji di hatinya dengan ia jadian dengan Icha ia akan menambah semangatnya baik dalam pelajaran ataupun dalam karirnya dan melindungi Icha selalu. Tiba-tiba makanan yang mereka pesan datang. Mereka menyantap makanannya masing-masing dan saling menyuapkan makannannya ke satu sama lain. Makanan selesai mereka santap. Mereka pun pulang dengan kebahagiaan yang besar. Dan Alex mengantar Icha tepat pukul 9 malam.

“Lex, makasih ya, ini hari terindahku. Kamu merem sebentar ya. Aku punya hadiah untuk kamu.”

“ia.. masama.. Ok dah..”

Cup.. Icha mencium pipi Alex dengan penuh rasa sayang.

“Cha??”

“Napa lex? Itu hadiah buat kamu yang udah ngebahagiain aku, udah gih pulang. Udah malem. Apa mau minta lagi? Gih.. dah..”

Alex tidak habis pikir secara mengejutkan Icha memberikan ciuman ke Alex yang menjadi First kiss dalam kehidupannya. Dia menjadi binggung tidak karuan. Alex pun pulang. Dan masih mengalami kebingungan yang begitu besar. Tiba-tiba suara lagu ST-12 berbunyi dari hpnya.

Malem sayank..

Makasih buat hari ini ya..

Maaf kalo aku cium kamu., tapi kamu seneng

Kan?? Ti aku kasih lagi deh..

Aku mau tidur dulu ya yank..

Nites.. swit dreams with me

Jbu.. Love you.., Muach…

Kali ini Alex justru binggung mau membalas sms Icha bagaimana. Dia sangat trauma. Tapi ia akhirnya membalas.

Malem juga… Ia… Gak apa-apa…

Ia aku senenk.. Gak usah deh, gak enak tau….

Ia,. Nites,, Swit Dreams..JBu..

Love you 2..

 

***

Dua bulan setelah mereka jadian entah kenapa Alex begitu semangat menjalani kehidupannya dan karirnya sebagai perenang profesional. Begitu pula dengan Icha yang menjalani karirnya sebagai kapten basket. Dan inilah yang menjadi boomerang bagi hubungan mereka. Dengan semangat yang begitu tingi mereka jadi semangat latihan dan menjadi jarang sekali bertemu. Apalagi dibulan itu Alex harus mengikuti lomba renang baik di Singapura, Surabaya, Jakarta dan Youth Asian Games di Cina. Dan Icha harus berada di kota Bandung selama 2 minggu untuk pelatihan tim Porda, dan ia akan mengikuti Popkota selama 2 minggu. Praktis dalam sebulan itu mereka hanya bertemu sebanyak 2 kali. Tidak seperti dulu yang tiap hari selalu bertemu, bermain bersama, dan dinner.

Hingga suatu hari teman-temannya Icha tidak setuju dengan hubungan mereka. Karena alasan yang tak pasti. Mulai dari karena Icha jarng ketemu, tidak suka dengan kesibukan Alex, dan macam-macam hal. Teman-tema Icha mulai meneror Alex dan meminta Alex memutuskan Icha. Tentu saja Alex tidak mau karena Ia begitu menyayangi Icha dan ia yakin Icha pun begitu.

***

Icha meminta izin untuk jalan-jalan bersama teman-teman cewenya. Karena Alex sedang berada di Cina dan sedang mengemudi. Dan Alex ditelpon oleh seseorang wanita temannya Icha

“Halo. Apa bener ini cowonya icha?”

“Halo. Bener. Napa??”

“Lu jadi cowo tuh G****k banget sih. Masa Icha jalan ama cowo lu bolehin. Apalagi lu gak ikut.” marah salah seorang teman Icha.

Alex yang punya tingkat emosi tinggi langsung naik darah dibilang seperti itu. Tentu Alex tidak tahu jika Icha bersama cowo, karena Icha hanya izin jika dia ingin jalan-jalan bersama teman cewenya. Jika ia tahu, pasti ia tidak akan mengizinkan juga.

“Woi.. Lu cewe tapi omongan gak bisa dijaga banget ya. Mana gua tau kalo Icha jalan ama cowo, dia bilang ke gua mau jalan ama temen cewenya. Dijaga kalo punya mulut tuh jangan mentang kakak kelas.” bentak Alex.

“Dasar cowo bego, gampang banget diboongin sama cewe. Hahahahahaha” teman Icha tertawa puas menghina Alex.

“Sialan! Mana Icha??? Gua mau ngomong.”  marah Alex dengan nada tinggi.

“Halo yank..” Icha sedikit ketakutan

“Halo! Kamu ngomong mau jalan sama teman cewe kamu, sekarang malah jalan sama temen cowo kamu juga. Gimana sih kamu?!” Alex marah sekali dengan Icha.

“Iya, tapi kan kamu pikir juga lah masa aku jalan ama temen cewe aja, pasti ad temen cowonya juga.” Icha sedikit kesal.

“Ya aku kan gak berpikir sampai kesitu. Ya sudahlah kita omongin lusa aja. Lusa aku pulang ke Indonesia.” Alex memberi solusi.

***

Sepulang dari Guangzhou,Cina untuk melakukan perlobaan Internasional, Alex langsung pergi untuk membahas masalahnya dengan Icha dan langsung bertemu di sebuah café. Ternyata Icha sudah menunggu di tempat itu. Seperti biasa setiap mereka bertemu pasti cipika-cipiki terlebih dahulu.

“Hi yank.” sapa icha.

“Hi juga…” balas Alex dengan cool.

“Kita pesen makanan dulu ya, baru nanti omongin masalah kita.” Pinta Icha.

“Ya sudah.”

Setelah memesan makanan, mereka langsung membicarakan masalah mereka yang dimulai oleh Alex

“Gimana ini?? Kemarin kan kamu bilang mau jalan-jalan ama temen cewe kamu, tapi besoknya kamu malahan jalan-jalan sama temen cowo kamu juga? Maksud kamu bohongin aku apa?? Mentang-mentang aku ada di Cina, kamu kaya gini?” marah Alex

“Gak kok, bukan gitu. Kemaren tuh ada temen cowo yang ke grage juga. Jadi sekalian bareng jalan.” Icha mencoba menjelaskan.

“Ok. Terus napa teman-teman kamu telefon aku dan marah-marah?”

“Aku udah bilang ke mereka, tapi mereka gak percaya. Terus tiba-tiba langsung telpon ke kamu. Maafin teman-teman aku ya.” Icha memohon.

“Ya mereka yang bilang ke aku, masa kamu.” Alex tambah marah mendengar Icha malah membela temannya yang salah.

“Ya tapi aku kan udah minta maaf atas temen aku, Jadi kamu maunya gimana? Putus? Bikin aku kesel aja.”

“Yaudah terserah kamu. Udah cape aku dimarahin dan diteror sama temen kamu. Makan dulu tuh, terus pulang.” Alex sedikit pasrah dan kesal

Mereka makan dan hingga akhirnya mereka pulang dengan rasa amarah yang begitu marah. Biasa di mobil mereka bertatap-tapan kini mereka menjauhkan mukanya masing-masing. Dan tiba-tiba. Dhuar!!!!!!!! Suara yang begitu keras terjadi. Ternyata mobil yang dikendarai oleh Alex menabrak sebuah truk dan dibelakangnya ditabrak oleh sebuah bus pariwisata.

Alex dan Icha terjebak dalam mobil. Kondisi mengenaskan begitu terjadi setelah aparat keamanan dibantu warga masyarakat mengeluarkan Alex dan Icha. Icha masih bisa bernafas dan mengalami luka berat. Berbeda dengan kondisi Alex yang sangat mengenaskan karena tubuhnya melindungi icha, punggungnya tertancap kaca dan tangannya tergencet dan banyak sekali mengeluarkan darah. Icha dan Alex dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tapi apadaya, walaupun Icha masih bisa menghirup udara di bumi ini, tapi Alex harus kembali ke asalnya. Ia sangat kekurangan darah.

Keluarga Icha sangat berterima kasih luar biasa karena Alex telah menyelamatkan Icha dari kematian dan merelakan nyawanya demi Icha. Karena rasa sayang yang Alex miliki ia rela berkorban memberikan nyawanya bagi orang yang ia sayang.

Alex tentu sangat bersyukur dan dengan tenang pergi karena di akhir hidupnya, ia cukup memiliki banyak prestasi besar yang membuat kedua orangtuanya bangga. Ia  juga telah menyelamatkan seseorang dari jurang kematian dan mengalami cinta pertama dan terakhir di kehidupannya. Mungkin Tuhan tidak memberikan jalan untuk hubungannya sehingga sebelum ia pergi, hubungannya dengan icha harus kandas di tengah jalan walau mereka tidak mengalami masalah besar.

 

Pesan : Di dalam menjalin hubungan memang perlu adanya semangat saling memotivasi, tetapi perlu juga adanya komunikasi yang baik dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Dan sayangilah pasanganmu dari hati bukan dari fisik ataupun kekayaan dengan cara rela berkorban satu sama lain.

~Selesai~

 

 

 

Karya : Michael/X.3/18

 

 

Categories: -Cerpen-
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: